21. Bagaimana kamu akan
mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan
yang lain sebagai suami isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil
dari kami perjanjian yang kuat.
Minggu, 05 Juni 2016
Sabtu, 04 Juni 2016
An Nisa' (Wanita) - Ayat 20
20. Dan jika kamu ingin mengganti
isterimu dengan isteri yang lain 280), sedang kamu telah memberikan kepada
seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil
kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali
dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?
280). Maksudnya ialah:
menceraikan isteri yang tidak disenangi dan kawin dengan isteri yang baru.
Sekalipun ia menceraikan isteri yang lama itu bukan tujuan untuk kawin namun
meminta kembali pemberian-pemberian itu tidak dibolehkan.
Jumat, 03 Juni 2016
An Nisa' (Wanita) - Ayat 19
19. Hai orang-orang yang beriman,
tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa 278) dan janganlah
kamu menghalangi mereka kawin dan menyusahkan mereka karena hendak mengambil
kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila
mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata 279). Dan bergaullah dengan mereka
secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah)
karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya
kebaikan yang banyak.
278). Ayat ini tidak menunjukkan
bahwa mewariskan wanita tidak dengan jalan paksa dibolehkan. Menurut adat
sebagian Arab Jahiliyah apabila seorang meninggal dunia, maka anaknya yang
tertua atau anggota keluarganya yang lain mewarisi janda itu. Janda tersebut
boleh dikawini sendiri atau dikawinkan dengan orang lain yang maharnya diambil
oleh pewaris atau tidak diperbolehkan kawin lagi.
279). Maksudnya: Beriman atau
membangkang perintah.
Kamis, 02 Juni 2016
An Nisa' (Wanita) - Ayat 18
18. Dan tidaklah taubat itu
diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga
apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan:
“Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat)
orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu
telah Kami sediakan siksa yang pedih.
Rabu, 01 Juni 2016
An Nisa' (Wanita) - Ayat 17
17. Sesungguhnya taubat di sisi
Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran
kejahilan 277), yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka
itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana.
277). Maksudnya ialah:
a. Orang yang berbuat maksiat
dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika
dipikirkan lebih dahulu.
b. Orang yang durhaka kepada
Allah baik dengan sengaja atau tidak.
c. Orang yag melakukan kejahatan
karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.
Langganan:
Postingan (Atom)