112. (Muhammad) berkata: “Ya Tuhanku, berilah keputusna dengan adil 976). Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan”.
976). Yaitu antara kami dengan ahli Mekah.
112. (Muhammad) berkata: “Ya Tuhanku, berilah keputusna dengan adil 976). Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan”.
976). Yaitu antara kami dengan ahli Mekah.
111. Dan aku tiada mengetahui, boleh jadi hal itu 975) cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.
975). Maksudnya: melambatkan datangnya azab kepada mereka.
110. Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang – terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan.
109. Jika mereka berpaling, maka katakanlah: “Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?”
108. Katakanlah: “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya).”
107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
106. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar – benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).
105. Dan sungguh telah Kami tulis dalam Zabur 974) sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba – hamba-Ku yang saleh.
974). Yang dimaksdu “Zabur” di sini ialah seluruh kitab yang diturunkan kepada nabi – nabi–Nya. Sebagian ahli tafsir mengartikan dengan kitab yang diturunkan kepada Nabi Dawud A.S. dengan demikian “Az Zikr” artinya ialah kitab Taurat.
104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit seperti menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yangakan melaksanakannya.
103. Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari) Kiamat, dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”
102. mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati yang diingini oleh mereka.
101. Bahwasanya orang – orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.
99. Andaikata berhala – berhala itu Tuhan tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.
98. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.
97. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba – tiba terbelalaklah mata orang – orang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam keadaan kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang – orang yang zalim.”
96. Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
95. Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).
94. Maka barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
93. Dan mereka telah memotong – motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kami-lah masing – masing golongan itu akan kembali 973).
973). Maksud ayat ini: agama yang diturunkan Allah itu adalah satu ialah agama Tauhid (Agama Islam), oleh karena itu seharusnya manusia menganut satu agama, tetepi mereka telah terpecah belah, mereka semuanya akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghisab mereka.